Auguste Comte dilahirkan di Mont Pellier, Perancis, tahun 1798. Keluarganya
beragama Katolik dan berdarah bangsawan. Namun Auguste tidak terlalu perduli
dengan kebangsawanannya. Dia mendapat pendidikan di Ecole Polytechnique di
Paris dan lama hidup disana. Dikalangan teman-temannya Auguste Comte adalah
mahasiswa yang keras kepala dan suka memberontak.
Auguste Comte memulai karir profesinya dengan memberi les dibidang Matematika.
Meski ia sudah memperoleh pendidikan dalam Matematika, perhatian yang
sebenarnya adalah pada masalah - masalah kemanusiaan dan sosial. Minat ini
mulai berkembang dibawah pengaruh Saint Simont, yang memperkerjakan Auguste
sebagai sekretarisnya. Dan dengannya, Auguste menjalin kerja sama erat dengan
mengembangkan karya awalnya sendiri. Akan tetapi sesudah tujuh tahun pasangan
ini pecah karena perdebatan mengenai kepengarangan karya bersama, dan Auguste
comte pun menolak pembimbinganya itu.
Kondisi ekonomi Comte pun juga pas-pasan saja, dan hampir terus - menerus hidup
miskin. Di akhir hayatnya dia hidup dari pemberian orang-orang yang
mengaguminya dan pengikut - pengikut agama humanitasnya.
Pokok pikiran auguste comte dalam sosiologi yaitu: sosiologi adalah ilmu
yang positif. contohnya di masyakat: budaya, bahasa, perekonomian
Comte adalah orang pertama yang
menggunakan istilah sosiologi (Pickering,200o Comte adalah
orang pertama yang menggunakan istilah sosiologi
(Pickering,2000: Turner, 2001) ia membawa pengaruh besar pada beberapa orang
teoretisi sosiologi yang lebih kemudian (khususnya Herbert Spencer dan Emile
Durkheim). Ia percaya bahwa studi sosiologi haruslah ilmiah, sebagaimana yang
telah dirintis teoretisi klasik dan sosiolog-sosiolog kontemporer (Lenzer, 1975).
Comte sangat
terusik oleh anarki yang berlangsung di tengah-tengah masyarakat Prancis dan
bersikat kritis terhadap pemikir yang menumbuhkembangkan pencerahan dan
revolusi ia mengembangkan pandangan ilmiahnya, “positivisme” atau “filsafat
positif”, untuk menyerang apa yang dipandangnya filsafat negative dan
destruktif dari pencerahan. Comte sejalan, dan dipengaruhi oleh pemikir
khatolik kontrarevolusi Prancis (khususnya de Bonald dan de Maistre).Namun,
karyanya dapat dibedakan dari pandangan kedua orang tersebut paling tidak
karena dua alasan.Pertama, menurut
pendapatnya, tidak mungkin kembali lagi ke zaman pertengahan; kecanggihan ilmu
pengetahuan dan industry menjadikannya mustahil.Kedua, ia mengembangkan sistem teoritis yang jauh lebih canggih
daripada pendahulunya, sebuah sistem teoritis yang cukup untuk membangun
sosiologi awal.
Meskipun
Comte memberikan istilah positivisme, gagasan yang terkandung dalam kata itu
bukan dari dia asalnya. Masyarakat positivis percaya bahwa masyarakat merupkan
bagian dari alam dan bahwa metode – metode penelitian empiris dapat
dipergunakan untuk menemukan hukum – hukum yang sudah tersebar luas di
lingkungan intelektual diman Comte hidup. Tetapi sementara kebanyakan kelompok
positivis berasal dari kalangan orang – orang yang progresif yang berekad
mencampakkan tradisi – tradisi irasional dan memperbaharui rakyat dengan hukum
alam sehingga menjadi lebih rasional, Comte percaya bahwa penemuan hukum –
hukum alam itu akan membukakan batas – batas yang pasti melekat (inherent) dalam
kenyataan sosial, dan melampaui batas – batas itu usaha pembaruan akan merusakkan dan
menghasilkan sebaliknya.
Comte
melihat perkembangan ilmu tentang masyarakat yang bersifat ilmiah ini sebagai
puncak suatu proses kemajuan intelektual yang logis melalui mana semua ilmu –
ilmu lain sudah melewatinya. Kemajuan ini mencakup perkembangan dari bentuk
pemkiran teologis, metafisis yang pada akhirnya samapi terbentuknya hukum –
hukum ilmiah yang positif. Bidang Sosiologi (Fisika Sosial) adalah paling akhir
melewati tahap – tahap ini, karena pokok permasalahnnya lebih kompleks daripada
yang terdapat dalam ilmu fisika dan biologi.
Mengatasi
cara – cara berfikir mutlak yang terdapat dalam tahap – tahap pra-positif,
menerima kenisbian pengetahuan kita secara terus menerus terbuka terhadap
kenyataan – kenyataan baru merupakan ciri khas yang membedakan pendekatan
positivis yang digambarkan Comte